Penyebaran Virus Corona

Kasus coronavirus juga telah dilaporkan di beberapa negara, di antaranya Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, hingga Amerika Serikat. Pasien yang terjangkit virus corona kebanyakan punya riwayat melakukan perjalanan dari China.
Di China sendiri, virus corona baru yang diberi nama novel coronavirus (nCoV) telah menginfeksi sekitar 1.287 orang, menewaskan 41 orang, dan mengancam 22 juta jiwa yang tinggal di kota Wuhan dan Huanggang. Berbagai langkah telah dilakukan oleh pemerintah China, termasuk mengisolasi kota Wuhan dan Huanggang, serta menghentikan semua penerbangan dan perjalanan menuju Wuhan.
Lantas, bagaimana virus corona bisa menginfeksi ratusan orang di China? Dipaparkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), virus corona seyogyanya berasal dari hewan, yang menjangkit binatang seperti kelelawar, burung, monyet, ayam, sapi, hingga tikus.
Dalam bentuk fisik, virus corona digambarkan memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 100-120 nanometer (nm). Oleh sebab itu, pencegahan infeksi virus corona akan sangat efektif dengan menggunakan masker yang berpori lebih kecil dari 100 nm.
Virus corona memiliki RNA (asam ribonukleat) positif sebagai genomnya, dan biasanya sering disebut RNA virus. Mutasi virus terjadi pada saat replikasi. Virus RNA bermutasi sekitar 1 juta kali lebih cepat ketimbang virus DNA. Maka, tak heran jika coronavirus menjadi salah satu penyebab penyakit SARS.
Lebih lanjut, ketika virus corona menginfeksi binatang, pada umumnya mereka akan menyebabkan gangguan pernapasan. Kendati begitu, virus corona jarang menginfeksi binatang lainnya termasuk manusia. Ini tak lain karena virus corona memiliki sifat host-specific.
Coronavirus tidak stabil ketika berada di udara, hanya mampu hidup selama 3 jam, sehingga kecil kemungkinan penularan lewat udara. Adapun penyebaran virus lebih dimungkinkan lewat bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kepada orang yang ada di dekatnya.
Lalu, sejauh mana coronavirus ini bermutasi? Hasil penelitian The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, menunjukkan bahwa gen protein yang membentuk tubuh virus corona penyebab SARS jauh berbeda dengan virus corona yang diketahui selama ini, baik dibandingkan dengan virus yang menginfeksi manusia maupun binatang.
Berdasarkan antigennya, virus corona dibagi atas tiga kelompok. Lebih terperinci lagi, hasil analisis gen dan asam amino pembentuk protein N, protein S, dan protein M menunjukkan bahwa Coronavirus SARS terpisah dari ketiga kelompok ini. Artinya, virus corona yang menjadi penyebab SARS adalah jenis coronavirus baru yang merupakan hasil dari mutasi, virus ini diberi nama virus SARS.
Begitupun dengan novel coronavirus (nCoV) yang kini mewabah di China. Novel coronavirus diduga merupakan virus corona yang telah bermutasi, dan masih satu keluarga dengan virus penyebab penyakit SARS. Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV, dan masih sedikit yang diketahui tentang asal-usul dan sifat novel coronavirus. (Rls)