Wali Kota Herman HN, Resmikan Penggunaan Perpusda Bandar Lampung

Induktif.com, Bandar Lampung Pemerintah Kota Bandar Lampung ajak masyarakat terus meningkatkan budaya membaca mulai sejak dini hingga lanjut usia, sebab buku merupakan sumber pengetahuan yang tidak terbatas.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meresmikan penggunaan kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung. Herman mengajak masyarakat mulai dari siswa-siswi dan guru untuk meningkatkan pengetahuan melalui budaya membaca buku.

“Mudah-mudahan gedung ini dapat melayani masyarakat, para murid dan guru. Apalagi di era sekarang ini pengaruh gadget sangat masif, yang kalau tidak dikendalikan, hal ini dapat merusak tatanan masyarakat dan tatanan kehidupan,” ujar Herman.

“Kita harus rajin membaca, walaupun sudah tua sekalipun membaca buku, sehingga pengetahuan kita bertambah,” ungkap Walikota Bandar Lampung Herman HN, selepas meresmikan gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah baru, di Jl. Prof M Yamin No.33 Kelurahan Rawalaut, Kecamatan Enggal, Rabu 12 Februari 2020.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung Rustam mengatakan bahwa, guna memfasilitasi dan meningkatkan minat baca, pihaknya telah memiliki koleksi buku sebanyak 11.467 judul buku, dengan jumlah buku 25.566 eksemplar, surat kabar, serta majalah. Selain itu, Perpustakaan Daerah Kota Bandar Lampung juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti, free WiFi, ruang sirkulasi yang nyaman, ruang referensi, dan ruang audio visual, serta pembuatan kartu anggota perpustakaan secara gratis.

Herman HN berpesan, dengan adanya perpustakaan yang baru direnovasi ini, masyarakat bisa membudayakan membaca setiap hari. Adanya fasilitas baru diharapkan membuat masyarakat nyaman.

“Jangan sampai bosan membaca buku, dikarenakan membaca buku itu perlu, tiap hari banyak membaca ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Ia tidak ingin masyarakat mengandalkan informasi dari ponsel pintar. Menurutnya buku masih diperlukan sebagai sumber pengetahuan.

“Namun saat ini tantangannya adalah media sosial, terkadang suami istri dan anak tidak setegoran karena asik sendiri-sendiri mainĀ handphone,” ucap dia.

“Baca buku sejarah, buku cerita anak pun kita perlu baca. Karena membaca ini sangat penting bagi umat manusia. Apalagi bagi para pemerintah, untuk membaca semua aturan,” tandasnya. (*)