81 Tenaga Medis di Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jakarta– Sebanyak 81 tenaga medis di 30 rumah sakit yang tersebar di DKI Jakarta terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Jumlah itu meningkat cukup signifikan sejak Sabtu (28/3) yang berjumlah 61 orang.

“Tenaga kesehatan positif 81 orang yang tersebar di 30 rumah sakit di Jakarta,” ujar Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (30/3).

Di Jakarta sendiri, hingga Senin 30 Maret 2020, jumlah positif Covid-19 sebanyak 720 kasus, 48 sembuh, 76 meninggal, dan 445 masih dirawat, 151 orang melakukan isolasi mandiri, dan 599 menunggu hasil laboratirim.

Selain itu, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) mencapai 2.288 orang (497 orang masih dipantau dan 1.971 sudah selesai). Sementara PDP berjumlah 1.046 orang (708 masih dirawat, 338 orang sudah pulang).

Mengingat tingkat penyebaran yang mengkhawatirkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat Jakarta untuk tidak meremehkannya. Dia pun mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Penyebaran virus corona di Jakarta ini masih sangat mengkhawatirkan, tingkat penyebarannya masih cukup tinggi. Kalau kita perhatikan lonjakan angka kasus cukup besar. Karena itu pada seluruh masyarakat untuk serius dalam melaksanakan pembatasan jaga jarak atau biasa disebut sekarang physical distancing untuk mencegah penularan,” pesannya.

Pemprov DKI Jakarta secara khusus memberikan instruksi kepada para Ketua RT, RW, Dasawisma PKK untuk melakukan identifikasi batas kelompok usia masyarakat yang rentan bila tertular Covid-19.

“Dari hasil itu diketahui bahwa mereka adalah usia lanjut di atas 60 tahun, penyandang juga penyakit-penyakit bawaan misalnya ada diabetes, penyakit jantung, ada penyakit paru, ada penyakit tekanan darah tinggi, itu di antaranya. Jadi mereka bertugas mengidentifikasi,” katanya.

Selain melakukan identifikasi, mereka juga melakukan sosialisasi cara mencegah dari penularan. Ada sebagian dari lansia yang meninggal sendirian tanpa didampingi keluarganya, dan di situ harus ada pendampingan khusus.

“Kita sudah sampaikan kepada Ketua RT dan RW untuk memberikan dukungan agar mereka bisa tetap bertahan di rumah tanpa harus pergi keluar,” katanya. (R/Tf/Mina)