BANDAR LAMPUNG – Penanganan penyakit kanker sering kali identik dengan biaya medis yang sangat tinggi dan beban psikologis yang berat, terutama jika penyakit tersebut baru ditemukan pada stadium lanjut. Namun, harapan baru kini muncul bagi masyarakat di Provinsi Lampung seiring dengan diperkenalkannya teknologi skrining kanker paru berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini diyakini mampu menekan angka kematian sekaligus secara signifikan mengurangi beban finansial jangka panjang bagi pasien dan keluarganya.
Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghazali, menegaskan bahwa efisiensi biaya adalah salah satu dampak positif paling nyata dari penerapan deteksi dini yang akurat. Dengan dukungan teknologi mutakhir yang dibawa oleh PT Sinergi Global Alkesindo, pihak rumah sakit dapat melakukan intervensi medis jauh lebih awal. Hal ini sangat krusial karena prosedur pengobatan pada stadium awal jauh lebih sederhana dan efektif dibandingkan dengan penanganan pada kondisi stadium akhir yang memerlukan terapi kompleks.
“Dengan teknologi yang tersedia saat ini, kita dapat mendeteksi lebih awal, mengurangi beban psikologis pasien dan keluarga, serta menekan biaya terapi jangka panjang,” ungkap dr. Imam Ghazali dalam seminar kesehatan di Hotel Emersia, Sabtu (14/2).
Meskipun teknologi skrining canggih ini belum sepenuhnya diakomodasi dalam skema pembiayaan BPJS, RSUD Abdul Moeloek tetap berkomitmen untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia agar layanan tetap berjalan maksimal. Perwakilan YKI Lampung, dr. Zamzanariah, menambahkan bahwa keberhasilan upaya penekanan biaya ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia mengingatkan bahwa beban ekonomi akibat kanker dapat melumpuhkan produktivitas keluarga jika tidak diantisipasi melalui penapisan rutin yang didukung oleh teknologi presisi.
“Kanker tidak bisa dilawan satu atau dua lini saja. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, swasta, hingga masyarakat harus bahu-membahu,” tegas dr. Zamzanariah.
Kemitraan antara gerakan sosial yang diusung YKI Lampung, penyediaan teknologi AI oleh PT Sinergi Global Alkesindo, dan kesiapan layanan klinis di RSUD Abdul Moeloek menjadi solusi komprehensif untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkeadilan bagi warga Lampung. (Red/Adv)
