Kota Metro – Kinerja Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kota Metro sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang solid, konsisten, dan berdampak nyata. Pendamping PKH tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan bantuan sosial, tetapi hadir sebagai penggerak perubahan sosial yang memastikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tumbuh menuju kemandirian dan keberdayaan.
Dengan mengedepankan totalitas kerja, pendekatan humanis, serta kolaborasi lintas instansi, para pendamping PKH Kota Metro memastikan program perlindungan sosial berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi sosial, penguatan akses pendidikan dan kesehatan, hingga peningkatan kesadaran ekonomi keluarga.
Fokus utama pendampingan diarahkan pada perubahan pola pikir KPM, bahwa bantuan sosial bukan tujuan akhir, melainkan alat sementara untuk membantu keluarga bangkit dari kerentanan ekonomi. Dalam konteks ini, para pendamping PKH secara aktif mendorong Graduasi Mandiri, khususnya bagi KPM yang telah mampu secara ekonomi, agar tidak terus bergantung pada bansos.
Pendamping PKH secara konsisten menyampaikan pesan bahwa bansos bukan gaji utama, melainkan bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban keluarga, terutama dalam menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Salah satu instrumen utama dalam proses perubahan tersebut adalah Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Sepanjang 2025, para pendamping PKH Kota Metro terus menunjukkan konsistensi dalam melaksanakan P2K2 sebagai ruang belajar, refleksi, dan penyadaran bagi KPM. Melalui P2K2, KPM didorong untuk mengenali potensi diri, mengelola keuangan keluarga, serta menumbuhkan kesadaran untuk hidup mandiri dan berdaya.
Memasuki tahun 2026, Pendamping PKH se-Kota Metro menegaskan komitmen untuk bekerja semakin kuat dan totalitas. Kualitas pendampingan akan terus ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan P2K2 agar semakin efektif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi perubahan perilaku KPM.
Selain itu, para pendamping PKH secara rutin melaksanakan rapat koordinasi bulanan sebagai bagian dari penguatan kinerja. Forum ini menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan penyamaan persepsi agar seluruh pendamping memiliki semangat, arah kerja, dan standar pendampingan yang sama.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga pendampingan sosial dapat berjalan adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat.
Kinerja kolektif Pendamping PKH Kota Metro mencerminkan bahwa pendampingan sosial bukan sekadar menjalankan program, melainkan membangun kesadaran, menjaga nilai kebaikan, serta menyiapkan KPM agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Melalui kerja nyata di lapangan, Kementerian Sosial Republik Indonesia terus menunjukkan kehadiran negara yang aktif dan responsif. Negara hadir tidak hanya melalui kebijakan dan bantuan, tetapi melalui para pendamping PKH yang bekerja, bergerak, dan berdampak.
Dengan semangat keberlanjutan menuju 2026, Pendamping PKH se-Kota Metro optimistis dapat terus menjadi tombak perubahan sosial, mencetak semakin banyak KPM yang mandiri, berdaya, dan bermartabat, sekaligus menjadi inspirasi bagi penguatan perlindungan sosial di Indonesia. (Red)
